Menurut berita dan beberapa sumber terpecaya, dijelaskan bahwa pada saat bulan Ramadhan, setan dikurung oleh Allah. Sehingga tidak bisa menggoda manusia. Namun, meskipun para setan dipenjara, tetap saja dunia ini dipenuhi dengan orang gila. Salah satu contohnya adalah pria yang duduk di belakangku malam ini. Dia selalu menelpon orang-orang dengan suara keras, dan tawa persis seperti orang gila. Seperti seorang pasien, yang baru kehabisan efek obat biusnya, dan baru sadar dari operasinya. Atau seperti seorang pemabuk berat, yang baru saja selesai mengkonsumsi minuman keras, ataupun narkoba. Benar-benar gila. Sehabis teman bicaranya menutup telpon, dia akan lanjut menelpon orang lain. Tetap dengan gaya gilanya, yang tiada habisnya. Ternyata, meskipun setan telah dirantai, tetap saja ada manusia yang bertingkah seperti setan. Mengobrak-abrik dunia dengan kegilaannya, lalu mengajak sekumpulannya menjadi semakin menggila. Setan jahannam. Mungkin selama bulan Ramadhan belum datang, dia adalah teman dekatnya setan. Sehingga, begitu sahabat karibnya ditahan, dia merasa kesepian dan mulai menggerayangi, serta mengganggu ketenangan orang lain. Benar-benar penerus setan, dan calon IBLIS.
Blog ini saya buat untuk menyuarakan isi hati saya. Saya menuangkan apa yang ingin saya ungkapkan di sini untuk berbagi.
Rabu, 08 Juli 2015
Minggu, 08 Maret 2015
Langit Mendung Hari Itu
Ketika aku berjalan hari itu, kulihat
langit dengan cahaya mulai meredup. Angin bertiup kencang, seolah hujan akan
turun deras. Sejenak aku terhenti, melihat langit seolah akan menangis. Tapi
bagiku, itu adalah hal paling menyenangkan. Ketika langit mendung, diselimuti
awan gelap kehitaman. Dibelenggu oleh angin sejuk yang menerpa wajah dengan
sangat menawan, bagiku. Hal yang paling aku rindu-rindukan sepanjang perjalanan
hari-hariku. Seolah aku berada di masa lalu, ketika aku masih berada di samping
ibuku, yang masih segar-bugar, berjalan menyusuri jalan panjang bersamaku,
sembari memegang sebelah tangan mungilku, dan meninting benda bawaan di tangan
sebelahnya. Memanduku melalui jalan yang tak kukenal sama sekali, agar aku tak
tersesat.
Langganan:
Postingan (Atom)