Sabtu, 02 November 2013

Keluarga (Family / Kazoku)

Kini, 19 tahun sudah aku hidup di dunia ini. dan selama itu pula aku selalu berada di sisi keluargaku. Menikmati kehidupan yang telah kedua orang tuaku sediakan untukku. Merasakan pemantauan yang sangat ketat dari keluargaku, baik dalam pendidikan, maupun pergaulan. Itulah kehidupan sehari-hari yang kujalani selama ini. tidak pernah terpikir olehku bahwa aku akan hidup tanpa didikan dan pengawasan yang ketat dari kedua orangtua dan keluargaku. Begitu juga halnya dengan anak seusiaku lainnya, menurutku.
Tapi, hari ini kepercayaan yang selama 19 tahun telah kupegang dipatahkan oleh sebuah kenyataan yang kulihat tepat dihadapanku. Tepat di depan kedua bola mataku. Ketika kulihat salah seorang murid yang masih berusia sekitar 5 sampai 6 tahun ini, dirawat oleh neneknya. Tumbuh besar tanpa kasih sayang, didikan, dan pengawasan dari orang tua kandung mereka.
Sangat tidak dapat kupercaya. Aku yang selama ini menikmati kehidupan keluarga yang utuh. Menerima pendidikan yang cukup baik dari kedua orang tuaku sejak mulai belajar berjalan, berbicara, hingga menempuh pendidikan S1-ku. Sementara anak ini, masih sedini ini, dia telah kehilangan peran penting seorang ayah dan ibu yang harusnya membimbingnya, dan memberikan pendidikan serta pengawasan yang layak untuknya, karena mencari uang di tempat yang sangat jauh.
Yang terbenak di pikiranku saat itu adalah,
“Ketika teman-temannya dijemput oleh orang tua mereka, anak ini malah dijemput oleh tetangganya. Disaat anak-anak lainnya mengerjakan PR dengan orang tua mereka, anak ini hanya mengerjakan PR nya sendirian. Disaat teman-temannya bermanja dengan orang tuanya, anak ini hanya bisa melihat neneknya yang sudah tua renta,”
Betapa mirisnya. Bahkan aku bertanya-tanya,”Apakah ketika dia belajar berjalan dan berbicara juga dengan neneknya? Jika benar, alangkah sedihnya. Disaat seorang anak memerlukan bantuan orang tuanya untuk belajar hal-hal dasar dan memerlukan kasih sayang dalam jumlah besar, anak ini hanya menghabiskan saat-saat penting itu dengan neneknya”.
Aku benar-benar tidak pernah membayangkan sebelumya, bahwa ternyata begitu banyak anak yang harus kehilangan kasih sayang orang tua dan keluarga di usia yang masih sangat belia karena uang. Hal ini tidak pernah kusadari sebelumnya. Mungkin karena aku selalu berada di sekitar orang-orang yang memiliki kehidupan beruntung. Begitupun dengan hidupku. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku berada di posisi seperti itu. Meskipun tidak hidup di keluarga yang kaya raya, tapi setidaknya semua kebutuhanku selama 19 tahun ini selalu tercukupi, dan dicukupi oleh orang tuaku. Meskipun itu tidak begitu banyak.

Kini, setelah semua hal yang kulihat di hadapanku, baru aku menyadari betapa berharganya hidupku selama ini. Hidup dengan keluarga yang utuh, selalu bersama dalam suka maupun duka. Dan selalu saling dukung satu sama lain. Meski tidak beerlimpah harta, setidaknya aku tak kekurangan kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuaku hingga aku dewasa. Kini, baru aku sadari betapa pentingnya keluarga itu. Dan kini, aku sangat bersyukur karena telah diberikan sebuah keluarga yang sangat luar biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar