Kini, 19 tahun sudah
aku hidup di dunia ini. dan selama itu pula aku selalu berada di sisi
keluargaku. Menikmati kehidupan yang telah kedua orang tuaku sediakan untukku. Merasakan
pemantauan yang sangat ketat dari keluargaku, baik dalam pendidikan, maupun
pergaulan. Itulah kehidupan sehari-hari yang kujalani selama ini. tidak pernah
terpikir olehku bahwa aku akan hidup tanpa didikan dan pengawasan yang ketat
dari kedua orangtua dan keluargaku. Begitu juga halnya dengan anak seusiaku
lainnya, menurutku.
Tapi, hari ini
kepercayaan yang selama 19 tahun telah kupegang dipatahkan oleh sebuah
kenyataan yang kulihat tepat dihadapanku. Tepat di depan kedua bola mataku.
Ketika kulihat salah seorang murid yang masih berusia sekitar 5 sampai 6 tahun
ini, dirawat oleh neneknya. Tumbuh besar tanpa kasih sayang, didikan, dan
pengawasan dari orang tua kandung mereka.
Sangat tidak dapat kupercaya. Aku
yang selama ini menikmati kehidupan keluarga yang utuh. Menerima pendidikan
yang cukup baik dari kedua orang tuaku sejak mulai belajar berjalan, berbicara,
hingga menempuh pendidikan S1-ku. Sementara anak ini, masih sedini ini, dia
telah kehilangan peran penting seorang ayah dan ibu yang harusnya
membimbingnya, dan memberikan pendidikan serta pengawasan yang layak untuknya,
karena mencari uang di tempat yang sangat jauh.
Yang terbenak di
pikiranku saat itu adalah,
“Ketika
teman-temannya dijemput oleh orang tua mereka, anak ini malah dijemput oleh
tetangganya. Disaat anak-anak lainnya mengerjakan PR dengan orang tua mereka,
anak ini hanya mengerjakan PR nya sendirian. Disaat teman-temannya bermanja
dengan orang tuanya, anak ini hanya bisa melihat neneknya yang sudah tua
renta,”
Betapa mirisnya.
Bahkan aku bertanya-tanya,”Apakah ketika dia belajar berjalan dan berbicara
juga dengan neneknya? Jika benar, alangkah sedihnya. Disaat seorang anak
memerlukan bantuan orang tuanya untuk belajar hal-hal dasar dan memerlukan
kasih sayang dalam jumlah besar, anak ini hanya menghabiskan saat-saat penting
itu dengan neneknya”.
Aku benar-benar
tidak pernah membayangkan sebelumya, bahwa ternyata begitu banyak anak yang
harus kehilangan kasih sayang orang tua dan keluarga di usia yang masih sangat
belia karena uang. Hal ini tidak pernah kusadari sebelumnya. Mungkin karena aku
selalu berada di sekitar orang-orang yang memiliki kehidupan beruntung.
Begitupun dengan hidupku. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku berada
di posisi seperti itu. Meskipun tidak hidup di keluarga yang kaya raya, tapi
setidaknya semua kebutuhanku selama 19 tahun ini selalu tercukupi, dan dicukupi
oleh orang tuaku. Meskipun itu tidak begitu banyak.
Kini, setelah
semua hal yang kulihat di hadapanku, baru aku menyadari betapa berharganya
hidupku selama ini. Hidup dengan keluarga yang utuh, selalu bersama dalam suka
maupun duka. Dan selalu saling dukung satu sama lain. Meski tidak beerlimpah
harta, setidaknya aku tak kekurangan kasih sayang dan perhatian dari kedua
orang tuaku hingga aku dewasa. Kini, baru aku sadari betapa pentingnya keluarga
itu. Dan kini, aku sangat bersyukur karena telah diberikan sebuah keluarga yang
sangat luar biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar